Sudah tak asing lagi
sama sosok yang satu ini kan? Gaya bicaranya yang ringan tapi berbobot membuat
setiap talk shownya yaitu Kick Andy
menjadi lebih santai dan penuh canda tapi tetep menyimpan pesan moral. Acara
yang disiarkan di Metro tv tiap Jum’at pukul 21.30 wib dan tayangan ulangnya
Minggu pukul 15.30 wib ini menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu dan
punya rating tinggi. Kali ini, kita bahas sang host Kick Andy ini yuk!
Andy Flores Noya alias bang Andy
lahir di Surabaya, 6 November 1960 adalah wartawan dan presenter televisi
Indonesia. Namanya melambung setelah sukses menjadi host acara Kick Andy! Apalagi
setelah dinobatkan sebagai presenter talk show terfavorit di ajang Panasonic
Award dan acara yang ia bawakanpun terpilih menjadi acara talk show terbaik di
ajang panasonic award.
Beliau mengawali pendidikan
formal utamanya di SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur. Di sana bakat
menulisnya tampak menonjol. Hidup menuntutnya untuk sekolah di sebuah STM di
Jayapura sebelum akhirnya pindah ke STM 6 Jakarta. Tapi tetap tak dapat
dipungkiri, bang Andy tak bisa melepas
bakat menulisnya. Saking cintanya kepada dunia menulis dan jurnalis, selepas
lulus dari STM 6 Jakarta, ia pun kemudian melanjutkan pendidikanya Sekolah
Tinggi Publisistik (sekarang IISIP, Lenteng Agung) jakarta. Di saat itulah
Beliau mulai aktif dalam dunia jurnalistik. Beliau pertama kalinya terjun ke
dunia jurnalistik saat terjun sebagai reporter pada tahun 1995 untuk membantu
Majalah Tempo untuk penerbitan buku.
Setelah itu, Beliau bergabung
dengan harian Bisnis Indonesia karna diajak oleh Lukman Setiawan, pimpinan di Grafitipers,
salah satu anak usaha Tempo yang menerbitkan harian itu. Bang Andy pun tercatat
sebagai salah satu dari 19 wartawan pertama di harian bisnis Indonesia. Setelah
dua tahun, Bang Andy pun diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior Tempo untuk
menjadi salah satu wartawan majalah Matra yang baru diterbitkan oleh Tempo.
Tawaran pun kembali datang saat Surya Paloh menawarinya untuk bergabung dengan koran Media Indonesia. Selama di Koran Media Indonesia, Beliau sedikit banyak belajar mengenai dunia jurnalistik yang berbasis televisi. karna itu pulalah Beliau juga pernah dipercaya sebagai pemimpin Seputar Indonesia dimana Beliau ditugaskan untuk memudahkan proses transisi PT Sindo (perusahaan yang menaungi Seputar indonesia) ke RCTI.
Setelah itu, Surya Paloh kemudian memanggilnya untuk bergabung dengan Stasiun Televisi barunya yang baru saja mendapatkan izin siar dari pemerintah, yaitu metro TV pada tahun 2000.kemudian pada tahun 2003 , bang Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi di Media Indonesia. Memasuki tahun 2006, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, yang kini menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia, diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco.
Tawaran pun kembali datang saat Surya Paloh menawarinya untuk bergabung dengan koran Media Indonesia. Selama di Koran Media Indonesia, Beliau sedikit banyak belajar mengenai dunia jurnalistik yang berbasis televisi. karna itu pulalah Beliau juga pernah dipercaya sebagai pemimpin Seputar Indonesia dimana Beliau ditugaskan untuk memudahkan proses transisi PT Sindo (perusahaan yang menaungi Seputar indonesia) ke RCTI.
Setelah itu, Surya Paloh kemudian memanggilnya untuk bergabung dengan Stasiun Televisi barunya yang baru saja mendapatkan izin siar dari pemerintah, yaitu metro TV pada tahun 2000.kemudian pada tahun 2003 , bang Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi di Media Indonesia. Memasuki tahun 2006, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, yang kini menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia, diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar